Sunday, December 21, 2008

KELUARGA GERILYA

( Buku ini merupakan koleksi bersama isteri yang kami beli di sebuah buku terpakai. Sebuah buku yang sangat merangsang darah muda dan kaya dengan estetika bahasa. Ini karya yang perlu dibaca )

....Kalau engkau sudah terlentang di balaimu, engkau harus bilang begini: aku akan belajar terus sampai tua. Ulang-ulangin kalimat itu sampai engkau tertidur. Dan engkau akan jadi pandai kelak. Engkau sekarang masih kecil, Hasan! Tapi kalau engkau mau belajar banyak-banyak, tahu-tahu engkau sudah jadi besar dan boleh jadi jeneral...(Keluarga Gerilya, 218)

"Tukan beca," keluh suara dari depan sel itu."Dan mengapa?" tanya suara dari sel samping."Mengapa? Ya - mengapa? kerana aku tak suka menyerahkan tenagaku guna membantu memaksa orang lain supaya memasuki dunia penderitaan yang sia-sia. Itulah sebabnya aku membuat diriku jadi tukang beca. Engkau mesti mengerti itu. Tahu? Sebarkan keringaku seluruh jalan raya Jakarta. Tapi menyesal aku tidak."(Keluarga Gerilya, 116)

"Saudara, aku akan ditembak mati," kata Sa'aman kepayahan. "Dosaku banyak. Lebih dari lima puluh orang ku bunuh - ku hancurkan sumber penghasilan keluarganya. Tapi kerana aku merasa bertanggungjawab atas segala perbuatanku - atas segala dosaku, aku serahkan semuanya itu kembali pada Tuhan. Dan selama aku masih hidup, selama masih ada detik dan hari buatku, dan selama masih ada nafasku, waktu itu akan ku pergunakan untuk menyerahkan kembali segala-galanya pada Tuhan."(Keluarga Gerilya, 130)

No comments:

Post a Comment